Senin, 10 Oktober 2016

‘Berwisata ke peternakan Kuda Megastar”


Berwisata dengan mengunjungi kuda-kuda yang berada di peternakan Megastar Indonesia bisa menjadi alternatif tujuan liburan. Peternakan ini berada di jalur lingkar barat desa Oro-Oro Ombo, Junrejo, Batu. Sekitar 30 menit dari malang kota.

Pada mulanya, tempat ini adalah tempat penangkaran kuda. Tempat ini bisa dikunjungi pada jam operasional yakni pada pukul 09.00-17.00 WIB dengan harga tiket masuknya Rp25.000/orang.
Peternakan yang berada dibawah naungan PT Megastar yang juga bekerja sama dengan Perhutani (Perusahaan Hutan Negara Indonesia) dan pemerintah kota Batu.
Kuda-kuda disini adalah kuda lokal dan kuda bertaraf internasional. Didatangkan langsung dari benua-benua di dunia misalnya, Australia, Eropa, dan Amerika. Selain peternakan kuda, nantinya akan dibangun juga peternakan rusa dalam kawasan hutan yang sama.
Disini, ada dua arena pacuan kuda yang biasa digunakan untuk pacuan kuda. Hal inilah yang juga menjadi daya tarik wisatawan untuk berkunjung kesini selain bisa melihat macam-macam jenis kuda. Salah satu jenis kuda yang ada disini yakni kuda yang memiliki rambut berponi kaku. Ya, itulah yang dijuluki kuda poni.
Kuda-kuda disini juga ada yang disediakan untuk mengelilingi peternakan yang berada di lereng gunung Panderman. Sehingga pengunjung juga bisa menikmati indahnya tempat wisata ini dengan menunggang kuda. Untuk menyewa kuda, akan dikenakan tarif Rp50.000/orang/30 menit. Kita sebagai pengunjung yang menyewa kuda disini akan tetap didampingi oleh petugas.
Selain dapat menikmati indahnya kuda berponi, disini kita juga dapat menikmati indahnya bunga matahari, sayangnya ketika saya kesana bunga masih sedang ditanami dan dibibit kembali, baru akhir bulan ia akan tumbuh lagi. Tapi, pemandangan tetap dapat dinikmati.
Oleh: Inne Sylvia Siregar
Kelompok VLC 26

topeng malang

Malang kini menjadi kota tujuan wisata karena salah satunya adalah keseniannya. Salah satu kesenian paling ikonik Malang adalah topeng. Topeng Malangan bukan hanya berupa kerajinan topeng namun juga tarian. Tari Topeng Malangan berkembang diseluruh wilayah Malang raya.

Salah satu daerah yang sampai saat ini masih memiliki sanggar kerajinan dan kebudayaan aktif adalah Kedungmonggo, Pakisaji Kabupaten Malang. Daerahnya berada dikaki Gunung Kawi. Kedungmonggo termasuk yang paling aktif dalam persebaran dan pelestarian kebudayaan Topeng Malangan. Hal tersebut dikarenakan letaknya yang strategis berada diantara pusat pemerintahan kota dan kabupaten, sehingga persebarannya pun dapat menjangkau seluruh area Malang Raya. Disini terdapat sentra produksi Topeng Malangan serta terdapat sanggar tari Topeng Mal angan juga, bisa dikatakan didaerah ini yang paling lengkap. Tidak hanya itu dari sanggar ini juga giat menggelar pagelaran untuk melestarikan dan lebih memperkenalkan kebudayaan Topeng Malang pada masyarakat. Tidak hanya di daerah Kedungmonggo saja yang masih memproduksi Topeng Malangan , namun juga ada daerah lain seperti. Wonosari, Kromengan, Sengguruh / Jenggolo, Senggreng, dan Tumpang. Daerah-daerah tersebut terletak di Kabupaten Malang. Daerah kota hanya tersedia galeri Topeng saja contohnya di Jalan Gajayana. Terletak di sebrang UIN Maulana Malik Ibrahim Malang dan disebelah Jalan Kertorejo. Disini hanya sekedar galeri yang pada umumnya memamerkan barang-barang. Selama ini kegiatan produksi dan sanggar banyak berkembang di daerah Kabupaten Malang.

Topeng Malangan sendiri biasanya dimainkan oleh laki-laki karena gerakannya yang cenderung energik. Namun seiring perkembangan jaman menuju modernisasi perumpuan pun juga dapat menarikan gerakan Tari Topeng Malangan ini.
Tari ini biasanya dimainkan oleh para pemuda kampung dan para orang dewasa yang bertugas mengiringi tari dengan gamelan atau karawitan. Topeng Malangan sendiri juga mempunyai cukup banyak tokoh dan karakter. Berikut nama-nama tokoh dalam Topeng Malangan :
  1. Patih Kollo Dinemprang
  2. Patih Ngaronggo Kusuma
  3. Panji Asmara Bangun
  4. Panji Lembu Amijaya
  5. Panji Lembu Amiluhur
  6. Udapati Kartolo
  7. Panji Amiseno
  8. Panji Amisani
  9. Panji Pambelah
  10. Panji Panggending
  11. Panji Pamecut
  12. Panji Anom
  13. Panji Amerdadu
  14. Panji Banyaksasi
  15. Panji Kudanawarsa
  16. Panji Laras
  17. Dewi Sekarji
  18. Dewi Ragil Kuning
  19. Dewi Kili Suci
  20. Dewi Tejaswara
  21. Dewi Walangwati
  22. Panji Walang Semirang
  23. Raden Gunungsari
  24. Raden Kudana Warangsa
  25. Raden Tunjung Seto
  26. Raden Parang Teja
  27. Klono Sewandana
  28. Klono Garuda Lelana
  29. Bapang Jaya Sentika
  30. Bapang Jaya Pengangun-Angun
  31. Klono Baron Sakeber
  32. Lembu Sura
  33. Lembu Gumaran
  34. Patih Sura Dwipangga
  35. Patih Dandang Mangkurat
  36. Patih Gajah Meto
  37. Patih Gajah Subah
  38. Patih Lindu Sekti
  39. Patih Carang Lampit
  40. Patih Kollo Memreng
  41. Patih Dandang Mangku Praja
  42. Patih Kraeng Praja
  43. Panji Gurawangsa
  44. Patih Musing Jiwa
  45. Brajanata
  46. Patih Kollo Renggut Muka
  47. Patih Talang Segara
  48. Wadal Werdi
  49. Totok Kerot
  50. Buto Terong
  51. Betara Kollo
  52. Kollo Tekik Sologonjo
  53. Kollo Marko Mamang
  54. Mahesa Sura
  55. Begawan Walang Dewa
  56. Begawan Gajah Abuh
  57. Narada
  58. Bilung
  59. Raden Patrajaya
  60. Demang Mones
  61. Demang Mundu
  62. Demang Tirto Yuda
  63. Bambang Painem
  64. Emban Dawolo
  65. Emban Ono Ini
  66. Jarodeh
  67. Perasonto
  68. Celeng Srenggi
  69. Laler ijo
  70. Nogo Tahun
  71. Bader Bang
  72. Bedes
  73. Wahmuka
  74. Rohmuka
  75. Pinggir Muka
  76. Hermuka
Menampilkan P_20160929_063606_HDR.jpg

BAKSO MALANG

Bakso atau baso adalah jenis bola daging yang dapat ditemukan di Indonesia dengan mudah. Bakso umumnya dibuat dari campuran daging sapi giling dan tepung tapioka, akan tetapi ada juga bakso yang terbuat dari daging ayam, ikan, atau udang bahkan daging kerbau.
Tempat kuliner bakso yang paling terkenal di Malang:
1. Bakso President
-Bakso president terletk di Jl. Sunandar Priyo Sudarmo No 55. Bakso president mempunyai sensasi tersendiri saat menyantapnya. Karena lokasi yang berada di pinggir rel kereta, kita dapat melihat kereta yang lewat. Menu bakso yang menjadi andalan di bakso president yaitu bakso urat dan bakso bakar. Tempat ini sangat recommended untuk dicoba.
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi5O4CiuXni42qtyeG7gGfZ0lte1unirdevPdgs3okP-GSWeV7EETdVDrNRSvQpdniNIwK8uyAR3HVvPKqzmdxBL_8UvdFHmEODM3GyNR4kxiz-WdkCtvZE2fWhQl_6XpEB19fK636QjYNG/s640/BP1.JPG
2. Bakso Kota Cak Man
-Bakso Cak Man terletak di Jl. Soekarno Hatta No.22 .Bakso Cak man menjadi salah satu bakso di malang yang tercatat sebagai bakso terbesar di Malang oleh muri. Saat ini bakso Cak Man telah membuka 27 outlet baksonya di beberapa kota di Indonesia.  
Image result for menu andalan bakso cak man                

Jika kalian berada di Malang atau sedang jalan jalan di Malang, jangan lupa untuk meluangkan waktu mampir ke dua tempat kuliner bakso yang paling terkenal di Malang ya..


     Agel Regina A.P (26)

Tari Topeng Malang










Tari Topeng Malang sangat khas karena merupakan hasil perpaduan antara budaya Jawa

Tengahan, Jawa Kulonan dan Jawa Timuran (Blambangan dan Osing) sehingga akar gerakan tari ini

mengandung unsur kekayaan dinamis dan musik dari etnik Jawa, Madura dan Bali. Salah satu

keunikannya adalah pada model alat musik yang dipakai seperti rebab (sitar Jawa) seruling Madura

(yang mirip dengan terompet Ponorogo) dan karawitan model Blambangan.

Tari Topeng sendiri diperkirakan muncul pada masa awal abad 20 dan berkembang luas

semasa perang kemerdekaan. Tari Topeng adalah perlambang bagi sifat manusia, karenanya banyak

model topeng yang menggambarkan situasi yang berbeda, menangis, tertawa, sedih, malu dan

sebagainya. Bisanya tari ini ditampilkan dalam sebuah fragmentasi hikayat atau cerita rakyat

setempat tentang berbagai hal terutama bercerita tentang kisah2 panji.

Kesenian Tari Topeng Malang merupakan hasil perpaduan antara budaya Jawa Tengahan,

Jawa Kulonan dan Jawa Timuran (Blambangan dan Osing). Sehingga akar gerakan tari ini

mengandung unsur kekayaan dinamis dan musik dari etnik Jawa, Madura dan Bali.

Sampai saat ini Tari Topeng masih bertahan dan masih memiliki sesepuh yaitu Mbah

Karimun yang tidak hanya memiliki keterampilan memainkan tari ini namun juga menciptakan

model2 topeng dan menceritakan kembali hikayat yang sudah berumur ratusan tahun. Sayang sekali

Mbah Karimun tidak memiliki penerus yang dapat menggantikan dirinya melestarikan kesenian khas

daerah Malang ini. Dengan demikian walaupun masih bertahan namun Tari Topeng sudah

mendekati kepunahan walaupun masih tetap mengikuti event2 penting kesenian tradisional tingkat

nasional.

Dengan keahliannya membuat topeng juga telah menyediakan lapangan pekerjaan bagi

puluhan perajin topeng. Dipasarkan sebagai souvenir di tempat2 wisata dan galeri2 seni dengan

harga yang cukup terjangkau. Perhatian dan dukungan yang lebih kongkret perlu diberikan oleh

Pemda dan instansi2 terkait untuk mempopulerkan kembali kesenian khas Malang

Perjalanan Menggali Budaya Malang

Eksplorasi Malang saya bermula di suatu  objek wisata yang sudah menjadi ikon kota Malang yaitu, Museum Angkut. Museum Angkut ini berlokasi di Batu. Saya mengunjungi Museum Angkut bersama lima orang teman saya dan kami berangkat pada siang hari.
Cuaca pada hari itu, sejuk. Tidak terlalu panas dan tidak terlalu dingin. Cuaca hari itu sangat cocok untuk mengawali perjalanan saya. Dengan bermodal Rp. 60.000,- kami sudah dapat menikmati dan menyaksikan berbagai budaya baik nasional maupun internasional.
Belum berjalan terlalu jauh, kami sudah di sambut dengan bagian depan museum yang unik. Yaitu, tempat yang menawarkan berbagai barang. Dimulai dari makanan, minuan, barang unik, hingga oleh-oleh. Tempat ini bernuansa tradisional, dengan lantai dan atap dari kayu dan rotan sehingga menunjukan bahwa budaya tradisional masih memiliki daya tarik bagi pengunjung. Mereka juga menawarkan kuliner khas Malang.
Setelah itu, saya dan teman-teman saya melanjutkan perjalanan menyusuri seisi bangunan museum itu. Kami disambut dengan sederetan barang-barang kuno yang mengesankan. Bukan hanya itu, kami juga dapat belaar mengenai kisah yang menyangkut barang yang dipamerkan tersebut.
Banyak sekali unsur budaya yang dapat dilihat di Museum Angkut. Mulai dari budaya yang menyangkut dalam negri maupun luar negri. Saya dan teman-teman saya menjadi tahu tentang berbagai macam kebudayaan. Selain itu, kami juga mendapat wawasan dan pengalaman baru.

Oleh :
Nama        : Ivonanda Nurmahadita K.N
Kelompok    : 26

EKSPLORASI BUDAYA MALANG


Coretan digital atas petualanganku.. Selamat membaca...!!

Sabtu,24 September 2016,kami Kelompok 26 VLC 2016 jalan-jalan ke Festival Kampung Cempluk yang ke-7. Festival Kampung Cempluk merupakan event tahunan warga Malang untuk mempertahankan budaya dan menjadikan benteng dari arus globalisasi,dan membangun identitas Kampiung Cempluk tanpa mengubah keasliannya.
G:\BERBUDAYA VLC 2016\P60924-201447.jpg
Aku dan temen-temen menapakkan jejak di gapura masuk Desa Sumberejo,Desa Kalisongo,Kecamatan Dau,Kabupaten Malang sekitar pukul 20:10 WIB. Memasuki area Festival Kampung Cempluk,tampak panitia yang memakai blangkon sedang membagikan karcis parkir untuk sepeda motor pengunjung. Tidak usah risau apalagi balik pulang  karena untuk menonton festival ini free HTM (Harga Tiket Masuk) alias gratisssss..
G:\BERBUDAYA VLC 2016\P60924-201222 - Copy.jpg...!!!
Menyusuri jalanan kampung yang telah disulap dengan berbagai ornamen yang mendukung Festival Kampung Cempluk kami melihat ada stand stand pedagang,pertunjukkan seni,panggung hiburan,maupun wahana permainan anak dan dewasa.
Stand kuliner:
G:\BERBUDAYA VLC 2016\P60924-202002.jpg    G:\BERBUDAYA VLC 2016\P60924-203304.jpg G:\BERBUDAYA VLC 2016\P60924-204511.jpg
Wahana Budaya :
G:\BERBUDAYA VLC 2016\P60924-204609.jpg
Panggung hiburan :

Kami mengeksplor satu persatu stand yang ada sampai pengunjung hampir sepi. Kami termasuk pengunjung di penghujung acara karena festival ini telah diadakan sejak tanggal 20 – 24 September. Kami melewatkan acara Pawai Budaya,Pentas Kampung Cempluk,Cempluk Bersastra,Cempluk Berbunyi & Bernyanyi, dan Cempluk Bergerak.  Kami menyesal juga sih udah ngelewatin acara-acara inti pada tanggal 20,21,22,dan 23 September 2016. Namun kami berharap semoga aja tahun depan masih bisa mengunjungi Festival Kampung Cempluk tahun berikutnya.
Itulah sepenggal cerita eksplore kami di Sarasehan Budaya Festival kampung Cempluk ke-7 tahun 2016. Semoga artikel ini bermanfaat,matur sembah nuwun........
Wulan Ekka

Eksplorasi Budaya Kota Malang

Masih Kuatnya Ingatan Masyarakat di Tanggal 30 September

    Yang aku tahu, kenangan akan masih bersama walau waktu telah menjauhkan kedekatan.
    Ini adalah jurnalku di hari Jum’at, 30 September 2016 di Kota Malang. 51 tahun yang lalu, keadaan kota Malang tidak seperti ini, aku rasa demikian. Yang jauh lebih baik di hari ini daripada dahulu.j
    Baiklah, aku ingin bercerita tentang bagaimana aku awali hari ini. Iya, hari ini adalah tanggal 30 September, yang bahagia, seperti hari-hari lain yang aku lalui. Lalu, aku ingin bertanya : Bagaimanakan kisah di tanggal 30 September 51 tahun yang lalu? Ketika saat kakek dan nenek kita masih muda dan menjalani hari-harinya setelah sebelumnya dijajah oleh para bangsa penjajah.
C:\Users\DELL\AppData\Local\Microsoft\Windows\INetCache\Content.Word\IMG20160930131818.jpg
Gambar 1. Bendera Setengah Tiang Kota Malang (30 September 2016)
    Tadi pagi aku sempatkan untuk berkeliling di sekitar kelurahan guna membeli sarapan, namun ada sesuatu yang membuatk bertanya-tanya tentang bendera-bendera yang ditinggikan setinggi setengah tiang.
    Lalu, ketika meninjau pada tanggal hari ini (30 September), tentunya ada peristiwa besar yang pernah terjadi di NKRI, ya, peristiwa G30SPKI, gerakan pemberontakan besar oleh golongan PKI.
    Gerakan G30SPKI terjadi di berbagai daerah di Indonesia pada tanggal 30 September 1965, yang menelan sangat banyak korban jiwa.
    Lalu, bagaimana sikap Universitas Bawijaya di tanggal ini?
C:\Users\DELL\AppData\Local\Microsoft\Windows\INetCache\Content.Word\IMG20160930134620.jpg
Gambar 2. Bendera Setengah Tiang di Universitas Brawijaya (30 September 2016, red)

    Dan Universitas Brawijaya mengibarkan bendera setengah tiang di lapangan rektorat pada hari ini (30 September 2016, red).
    Dapat disimulkan bahwasanya di negeri inni (Indonesia), masyarakat masih memilikikenanngann bersama yang kuat tentang peristiwa penumpasan PKI di Indonesia, walaupun peristiwa G30SPKI tersebut sudah lama, 51 tahun yang lalu.
    Dan, ini pertama kalinya aku menulis jurnal tentang pengibaran bendera setengah tiang di kota Malang.


Nama : Wahyu Chandra Zein